Penulis: Al Ustadz Abu Karimah ‘Askari bin Jamal Al Bugisi
Dalil-Dalil Kesempurnaan Syariat Islam

Islam adalah ajaran yang lengkap dan sempurna. Segala permasalahan demi kemaslahatan manusia untuk kehidupan mereka di dunia dan akhirat telah diuraikan secara utuh dan sempurna. Berikut ini kami paparkan sebagian dalil dari Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan kesempurnaan tersebut.

a. Al Quranul Karim
1. Allah Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:
اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمُ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لِكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا
“Pada hari ini, Aku sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku cukupkan ni’mat-Ku kepadamu, dan Aku ridla Islam jadi agamamu..”(Al Maidah 3).

Dalil-Dalil Kesempurnaan Syariat Islam

Islam adalah ajaran yang lengkap dan sempurna. Segala permasalahan demi kemaslahatan manusia untuk kehidupan mereka di dunia dan akhirat telah diuraikan secara utuh dan sempurna. Berikut ini kami paparkan sebagian dalil dari Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan kesempurnaan tersebut.

a. Al Quranul Karim
1. Allah Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:
اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمُ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لِكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا
“Pada hari ini, Aku sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku cukupkan ni’mat-Ku kepadamu, dan Aku ridla Islam jadi agamamu..”(Al Maidah 3).

Ibnu Katsir rahimahullahu Ta’ala mengatakan:”Ini adalah ni’mat Allah Ta’ala paling besar terhadap ummat ini, di mana Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama mereka, sehingga tidak lagi membutuhkan agama yang lain, dan tidak pula memerlukan Nabi selain Nabi mereka Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam.

Karena itulah Allah Ta’ala mengutus beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin. Tidak ada sesuatu yang halal kecuali apa yang dihalalkannya. Tidak ada perkara yang haram melainkan apa yang diharamkannya. Dan tidak ada agama (yang benar) kecuali apa yang disyari’atkannya.

Semua berita yang disampaikannya adalah benar dan pasti. Bukan dusta dan pertentangan. (Ibnu Katsir 2/13).
2. Firman Allah Ta’ala:
مَّا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْئٍ
“Tidaklah ada yang Kami lewatkan dalam Kitab ini sedikitpun….”(Al An’am 38).
3. Firman Allah Ta’ala:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْئٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِيْنَ
“Dan telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab sebagai penjelas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan berita gembira bagi kaum muslimin..”(An Nahl 89).
4. Firman Allah Ta’ala:
وَكُلَّ شَيْئٍ فَصَّلْنَهُ تَفْصِيْلاً
“Dan segala sesuatu telah Kami terangkan secara terperinci..”(Al Isra` 12).

b. Sunnah An Nabawiyah
1. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1/16), Ahmad (4/126), Al Hakim (1/175), Ath Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (18/247), disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam takhrij As Sunnah karya Ibnu Abi ‘Ashim (hal 19) dari hadits ‘Irbadl bin Sariyah radliyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda:
قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى البَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلاَّ هَاِلكٌ
“Sungguh, aku tinggalkan kalian di atas yang putih bersih, malamnya seperti siangnya. Tidak akan menyimpang daripadanya sepeninggalku kecuali orang yang celaka.”

2. Diriwayatkan oleh Imam Muslim (3/1472, 1844), An Nasai dalam Al Kubra (4/431), Ibnu Majah (2/2956), dan Al Baihaqi (8/169), dari hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radliyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam, beliau bersabda:
إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إَِلاََّ كَانَ حَقًا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرٍ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَ يُنْذِرَهُمْ شَرًّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ
“Sesungguhnya tidak seorangpun dari Nabi yang datang sebelumku melainkan wajib atasnya menunjukkan ummatnya kebaikan yang diketahuinya dan memperingatkan mereka dari kejahatan yang diketahuinya.”

3. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (5/152), Ath Thabrani (2/354) dari Abu Dzar radliyallahu ‘anhu, katanya:
لَقَدْ تُوُفِّيَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وعلى آله وسلم وَمَا طَائِرٌ يُقَلِّبُ جَنَاحَيْهِ فِي السَمَاءِ إِلاَّ ذُكِرَ لَنَا مِنْهُ عِلْمٌ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam telah wafat. Dan tidak ada seekor burungpun yang mengepakkan sayapnya di angkasa melainkan telah beliau terangkan kepada kami ilmunya.” Al Haitsami mengatakan rawi-rawi Thabrani rawi yang shahih kecuali Muhammad bin ‘Abdullah bin Yazid Al Muqri, dia tsiqah (terpercaya), sedangkan dalam musnad Ahmad ada rawi yang tidak disebutkan namanya. (Majma’uz Zawaid 8/264).

4. Diriwayatkan oleh Imam Muslim (1/223,262), At Tirmidzi (1/16,24), An Nasai (1/40, 72), Abu Daud (1/3,7), Ibnu Majah (1/15,115) dari Salman Al Farisi radliyallahu ‘anhu, katanya:
قَالَ لَهُ بَعْضَ الْمُشْرِكِيْنَ وَهُمْ يَسْتَهْزِئُ بِهِ: إِنِّي لَأَرَى صَاحِبَكُمْ يُعَلِّمُكُمْ كُلَّ شَيْئٍ حَتَّى الْخِرَاءَةِ ؟ فَقَالَ: أَجَلْ, أَمَرْنَا صلى الله عليه وآله وسلم عَلَى أَنْ لاَ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ وَلا َنَسْتَدْبِرَهَا وَلاَ نَسْتنْجِيَ بِأَيْمَانِنَا وَلاَ نَسْتَكْفِيَ بِدُوْنِ ثَلاَثِ أَحْجَارٍ لَيْسَ فِيْهَا عَظْمٌ وَلاَ رِجِيْعٌ
“Seorang musyrik berkata kepadanya sambil mengejek:”Sungguh, saya lihat sahabat kalian ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam) mengajarkan segala-galanya kepada kalian sampai urusan buang air besar?” Salman mengatakan:”Betul. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam memerintahkan kami agar tidak menghadap kiblat (Ka’bah) atau memunggunginya ketika buang air besar, dan agar kami jangan istinja` (cebok) dengan tangan kanan, serta agar kami mencukupkan dengan tiga buah batu (istijmar) tidak dengan tulang dan kotoran hewan yang kering.”
Redaksi hadits dari Ibnu Majah.

5. Diriwayatkan oleh Al Baghawi (Syarhus Sunnah 14/303-305), dari Zaid Al Yami dan ‘Abdul Malik bin ‘Umair dari Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu, katanya:”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda:
أَيُّهَا الْنَّاس إِنَهُ لَيْسَ مِنْ شَيْءٍ يُقَرِبُّكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدْكُمْ مِنَ الْنَّارِ إِلاَّ قَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ, وَإِنَهُ لَيْسَ شَيْءٍ يُقَرِبُكُمْ مِنْ الْنَّارِ وَيُبَاعِدْكُمْ عَنِ الْجَنَّةِ إِلاَّ قَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ
“Wahai manusia, tidak ada satupun yang mendekatkan kalian kepada surga dan menjauhkan kalian dari neraka melainkan telah aku perintahkan kepada kalian. Dan tidak ada satupun yang mendekatkan kalian kepada neraka dan menjauhkan kalian dari surga melainkan telah aku larang kalian daripadanya..”

6. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (Al Fath 6/2739), dari Masruq dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha, katanya:”Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menyembunyikan sesuatu dari wahyu Allah Ta’ala, maka janganlah kamu percayai, karena sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الْرَسُوْلُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَّبِكَ وَ إِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَغْتَ رِسَالَتَهُ
“Wahai Rasul. Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Kalau tidak kamu kerjakan, berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya..”(Al Maidah 67).

7. Diriwayatkan oleh Imam Muslim (1/160), dari ‘Aisyah, katanya:”Seandainya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menyembunyikan sesuatu yang diturunkan oleh Allah kepadanya, tentunya akan dia sembunyikan ayat ini:
وَإِذْ تَقُوْلُ لِلَّذِيَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى الْنَّاسَ وَاللهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ
“Dan ingatlah ketika kamu mengatakan kepada orang yang telah Allah melimpahkan keni’matan kepadanya dan kamu (juga) memberi ni’mat kepadanya:”Tahanlah isterimu, dan bertakwalah kepada Allah.” Kamu sembunyikan dalam dirimu apa yang Allah akan menampakkannya. Kamu takut kepada (omongan) manusia, padahal Allah yang lebih berhak kamu takut kepada-Nya.”(Al Ahzab 37).

c. Penjelasan Para ‘Ulama
1. Ibnul Majisyun mengatakan:”Saya pernah mendengar Imam Malik berkata:”Siapa yang melakukan suatu kebid’ahan dan dianggapnya baik, berarti dia menuduh Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam telah mengkhianati risalah. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman:
اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمُ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لِكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِيْنًا
“Pada hari ini, Aku sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku cukupkan ni’mat-Ku kepadamu, dan Aku ridla Islam jadi agamamu..”(Al Maidah 3).
Maka apapun yang pada saat itu bukan ajaran agama, maka pada hari ini juga bukan ajaran agama.”

(Disalin dari “Bid’ah ‘Amaliyah Dzikir Taubat, Bantahan terhadap ‘Arifin Ilham Al Banjari”, Penulis: Al Ustadz Abu Karimah ‘Askari bin Jamal Al Bugisi, Murid Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i, Yaman. Diterbitkan dalam buku berjudul “Bid’ahnya Dzikir Berjama’ah Bantahan Ilmiah Terhadap M. Arifin Ilham Dan Para Pendukungnya” oleh penerbit Darus Salaf Darus Salaf Press, Wisma Harapan Blok A5 No. 5 Gembor, Kodya Tangerang HP. 081316093831 Email: darussalafpress@plasa.com)

Sumber: darussalaf.or.id

Baca Juga:

Muqaddimah Buku Bidahnya Dzikir Jamaah Ala Arifin Ilham

Semua Bid\’ah Dalam Agama Adalah Sesat

Apakah Majelis Dzikir Itu?

Bid\’ah Amaliyah Dzikir Taubat

Atsar Ulama Salaf Dan Para Imam

Hukum Dzikir Dan Do’a Setelah Shalat Fardlu dengan Suara Keras Berjama’ah

Jangan Terkecoh Dengan Banyaknya Yang Menangis

Tamayul (Bergoyang-goyang) Ketika Berdzikir

Cara Bersholawat Kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam